Buat para pemegang e-passport, bikin Visa ke Jepang mungkin gak lagi seribet dulu karena udah ada yang namanya Visa Waiver. Tapi gimana buat para pemegang passport biasa macam saya dan Warga Negara Indonesia lainnya yang tahun 2014 silam sudah terlanjur ngurus perpanjang passport biasa dan petugasnya gak ngasih tahu kalo dalam waktu beberapa minggu lagi akan ada yang namanya e-passport? (cielah masih aja baper)

Nah buat yang passportnya belum e- dan pengen ke Jepang, masih harus bikin Visa seperti biasanya. Tapi bedanya sekarang, proses aplikasi Visa udah gak lagi dilakuin di Kedubes Jepang yang ada di Thamrin, melainkan via agen yang secara resmi ditunjuk oleh Kedubes buat ngurus aplikasi Visa. Namanya Japan Visa Application Center (JVAC), di daerah Kuningan. Trus gimana prosesnya? Yah gak beda jauh sih, malah lebih mudah!

Sebelum masuk ke bagian “gimana”nya, saya mau jabarin bagian “apa”nya dulu nih, tepatnya:

Apa Saja Jenis Visa Jepang?

  1. Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Kunjungan Keluarga
  2. Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Kunjungan Keluarga (apabila Pengundang adalah WN Jepang yang berdomisili di Indonesia)
  3. Visa Kunjungan Sementara untuk Kunjungan Teman
  4. Visa Kunjungan Sementara untuk Kunjungan Wisata dengan Biaya Sendiri
  5. Visa Kunjungan Sementara Berkali-kali (Wisata)
  6. Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Bisnis
  7. Visa Khusus (Visa Pelajar/ Bekerja/ Pelatihan/ Menetap dalam jangka waktu tertentu)
  8. Visa Transit
  9. Visa Single Entry Untuk Tujuan Group Tour Bagi Warga Negara Indonesia (WNI) Yang Diselenggarakan Oleh Travel Agent Yang Ditunjuk
OKE! Saya asumsikan bahwa Anda-anda sekalian adalah orang-orang yang mau mengajukan Visa Kunjungan Sementara untuk Kunjungan Wisata dengan Biaya Sendiri. Nah, pertanyaan berikutnya adalah:

Dokumen yang Harus Disiapkan?

  • Paspor
  • Formulir pengajuan Visa, bisa didownload di sini
  • Pasfoto 4.5 x 4.5 sebanyak 1 (satu) lembar dengan latar belakang putih, diambil 6 bulan terakhir
  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (untuk mahasiswa)
  • Bukti reservasi tiket pesawat atau dokumen apapun yang membuktikan tanggal keluar-masuk Jepang
  • Itinerary / agenda perjalanan selama berada di Jepang, bisa didownload di sini
  • Bukti keuangan (rekening koran / buku tabungan 3 bulan terakhir)
  • Dokumen lain (opsional) seperti surat sponsor dari tempat bekerja, atau reservasi hotel
Sumber: http://www.id.emb-japan.go.jp/visa_7.html

Sekali lagi, harap diperhatikan kalau dokumen-dokumen itu adalah yang diperluin buat pengajuan Visa kunjungan sementara tujuan wisata. Untuk tipe-tipe Visa lainnya, boleh langsung cek sendiri di situs resmi kedubes Jepang atau JVAC.

#TrickyTips!
Dulu pas jaman-jamannya ngajuin Visa sendiri ke Kedubes, dokumen-dokumen itu HARUS disusun berurutan untuk memperlancar proses aplikasi. Sekarang sebenernya gak mesti karena JVAC adalah agen yang akan membantu Anda mengurutkan dokumen-dokumen itu. TAPI, gak ada salahnya bahkan bisa dibilang sebaiknya Anda tetap menyusun semua dokumen itu sesuai urutannya, supaya proses di JVAC bisa lebih cepat dan yang lebih pentingnya lagi, supaya pas di rumah sebelum berangkat ke JVAC, Anda sendiri bisa lebih nyaman dan teliti ngecekin kelengkapan dokumennya.

Buat Janji Temu atau Datang Langsung?

Langkah selanjutnya adalah berurusan dengan JVAC. Lokasinya ada di Lotte Shopping Avenue lantai 4, tepat sebelah Cinema XXI. Anda sebenernya bisa aja langsung dateng ke sana dan ngantre, tapi akan lebih baik (dan sangat disarankan) untuk bikin janji temu dulu, karena selain gak perlu ambil nomor antrean masuk (antrean masuk loh ya, bukan antrean konter) dan jadwalnya jadi lebih teratur, pemohon yang udah bikin janji temu lebih dulu bakalan diutamain dibanding mereka yang ujug-ujug langsung dateng.

Jadwal janji temunya cukup banyak dan pendek-pendek (contoh: jam 09:10-09:20, 12:50-13:00), jadi artinya distribusi pemohon lebih merata dan gak membludak di satu kelompok waktu yang sama (kecuali kalo emang lagi apes yang milih waktu yang sama dengan Anda itu banyak). Jadwal ini ketat, jadi kalo emang waktu belum menunjukkan pukul yang sama dengan yang ada di janji temu, ya jangan harap boleh masuk. Intinya yaa disiplinnya orang Jepang udah harus dilakuin dari sini laaahh hehehe.

Janji temu bisa dibikin di sini, dan jangan lupa cetak bukti reservasinya buat ditunjukin ke petugas pintu masuk JVAC.

#TrickyTips!
Sebisa mungkin bikin janji temu paling pagi, dan dateng paling nggak 15 menit sebelum jadwal itu. Dijamin jam 9:15 Anda udah melenggang keluar dari JVAC!

Udah buat janji temu, sekarang saatnya meluncur ke JVAC! Antre di bagian keamanan dulu buat ambil nomor konter, lalu masuk dan tunggu panggilan. Kalau lagi sepi (kayak saya yang ambil jadwal janji temu paling pagi trus antre keamanan mayan paling depan, trus ternyata beberapa orang depan saya gak bikin janji temu jadinya saya dapet urutan ke-3 untuk konter), Anda pasti langsung dipanggil ke konter untuk pemeriksaan dokumen.

Nah di sini juga menentukan seberapa cepet Anda bisa segera keluar. Kalau dokumen sudah lengkap dan tertata rapih, petugas gak akan butuh banyak waktu buat cek ini itu—tinggal minta Anda tandatangan beberapa berkas, dan udah deh tunggu dipanggil lagi dengan nomor antrean yang sama untuk pembayaran Visa. Saya pun yang tadinya nomor 3 langsung jadi yang kedua dipanggil karena satu orang di depan saya lumayan lama pas proses pengecekan dokumen (bangga!). Dokumen ada yang kurang? Jangan sedih!

Fasilitas di JVAC

  • Fotokopi Rp2.000 per lembar
  • Cetak dokumen Rp4.000 per lembar
  • Foto studio Rp45.000 per 4 lembar (ini saya baru banget tau dan mayan nyesel soalnya saya foto di salah satu mol besar di Jakarta Pusat dan biayanya Rp65.000?!?! Sakit akutuu...)
Nah ngomong-ngomong soal uang, pasti udah pada mulai nanya-nanya berapa biaya yang harus dikeluarkan buat bikin Visa di JVAC kan?

Biaya dan Lama Pembuatan Visa

Karena sekarang pakai jasa agen, aplikasi Visa Jepang memang jadinya sedikit lebih mahal. Total Rp525.000, terdiri dari Rp360.000 untuk biaya Visanya itu sendiri (single entry) dan Rp165.000 untuk biaya pemrosesan Visanya. Pembayaran bisa menggunakan kartu debit atau kredit, jadi gak perlu bawa uang banyak-banyak ke JVAC. Bukti bayar harus disimpan dan dibawa lagi untuk pengambilan paspor nantinya.

Proses pembuatan Visanya itu 5 hari kerja, dan nanti akan dikabarkan via email mengenai waktu dan detail pengambilan di JVAC. Anda juga bisa memilih untuk diantarkan melalui jasa kurir, dengan biaya tambahan Rp50.000.

Trus Gimana untuk Visa Waiver?

Yaaaa jujur saya kurang tahu yaa karena kan yang saya mohon kemarin adalah yang untuk passport reguler. Tapi saya udah tanya nih sama petugas di JVAC yang mengurus permohonan saya, untuk Visa Waiver, hanya perlu melakukan registrasi baik di JVAC atau langsung ke Kedubes Jepang di Thamrin.

Untuk yang ke JVAC, sama seperti passport reguler, akan dikenakan biaya pemrosesan Rp120.000. Untuk yang langsung ke Kedubes, tettereeett, GRATIS! Yang mesti dipersiapin itu:
  • Passport lama
  • Form registrasi, yang bisa didownload di sini
  • UDAH ITU AJA, tapi kalo gak percaya ya coba aja cek langsung sumbernya nih
Berita supernya adalah, setelah registrasi Visa Waiver ini, cukup satu kali ini aja, para pemegang e-passport bakalan punya Visa Multiple Entry yang berlaku selama 3 TAHUN, masing-masing kunjungan bisa stay selama 15 hari! Sumpah ya kalo waktu itu saya langsung bikin e-passport, gak perlu deh bikin-bikin Visa lagi hehe (tapi artikel ini mungkin bakal jadi gak ada huhu).

Udah ah gamau banyak-banyak ngebahas yang Visa Waiver, sakit hati huhuhehe.

Tapi kira-kira begitu sih proses pengajuan Visanya. Cepet banget ooyy, seneng. Tapi yaa harus rela dateng pagi dan harus teliti semua dokumennya lengkap dan tersusun rapih. Dijamin abis 10 menit masuk JVAC langsung kelaur lagi hehe.

GOOD LUCK!